Kiprah Ormas Islam di Bidang Pendidikan

  • Nur Rohmah Hayati
Keywords: Ormas Islam, Pendidikan

Abstract

Islam sebagai agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan tidak akan tampak jika hanya dilihat dari sudut pandang teologis maupun ritual semata. Selama ini ormas Islam didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya di bidang keberagamaan. Untuk mendalami keberagamaan dalam konteks sosial membutuhkan setidaknya tiga pendekatan, yaitu pendekatan sosial, pendekatan agama, dan pendekatan psikologi. kelahiran ormas Islam bisa dipetakan dari tiga hal: pertama, dakwah Islamiyah; kedua, pengembangan pendidikan; dan ketiga, penguatan ekonomi masyarakat. Ketiga hal ini menonjol pada masa itu karena pergerakan Islam lebih memungkinkan untuk dilakukan, sebab bidang politik dikontrol dan dilarang oleh pemerintah Hindia Belanda. tumbuh organisasi-organisasi Islam diawali dengan munculnya Jami’at Khiar di Jakarta (1905), organisasi ini beranggota keturunan Arab Indonesia, kemudian muncul pula Al Irsyad (1911), juga organisasi masyarakat keturunan Arab di Indonesia yang merupakan pengembangan dari Jami’at Khair, seterusnya muncul SDI (Syarikat Dagang Islam) (1911), dan dilanjutkan lahirnya Muhammadiyah di Yogyakarta (1912), Persatuan Islam (1920) di Bandung , Nahdhatul Ulama di Surabaya (1926), Al Jami’atul Washliyah di Medan (1930) dan Al Ittihadiyah juga di Medan (l935).

Published
2018-12-09
How to Cite
Hayati, N. (2018). Kiprah Ormas Islam di Bidang Pendidikan. Al Ghazali, 1(1), 133-144. Retrieved from https://ejournal.stainupwr.ac.id/index.php/al_ghzali/article/view/64
Section
Articles